Alasan saya migrasi dari blogspot ke wordpress.org adalah karena wordpress sudah mendukung yang namanya kolom komentar bersarang atau dalam bahasa kerennya Nested Comment, hal itu juga pernah saya bahas di blogspot tentang ‘BlogSpot reply comment suatu dilema’, selain alasan-alasan lain yang tidak perlu saya sebutkan satu persatu…
Sebenarnya udah banyak ataupun rata-rata template wordpress udah mendukung komentar bersarang, tapi terkadang kita terlanjur suka dengan template “anu” tapi kekurangannya tidak ada fasilitas nested comments. Sangat disayangkan memang & cara satu-satunya yang paling gampang ialah menginstal plugin WordPress Thread comment.
Saya termasuk orang yang tidak suka menggunakan banyak plugin pada blog saya, bukannya idealis akan tetapi selagi masih bisa diutak-atik kenapa tidak? Lagi pula tampilan dari plugin tersebut standar banget & saya sudah mengenali dari tampilannya jika sebuah blog menggunakan plugin tersebut & ada beberapa alasan lain juga…he..he..he…
Awal pertama kali saya mencoba di template Journalist, dimana template tersebut tidak punya fasilitas komentar bersarang & hasilnya seperti screen-shot dibawah ini :

kerenkan?..he..he..he.. Tutorialnya saya dapatkan di blognya c.bavota tentang How to Add Nested comments, kalau kamu ingin tahu lebih lanjut, silahkan berkunjung ke artikelnya.
Tapi saya belum Puas!
Ya, saya orangnya tidak pernah puas kalau hanya sekedar salin tempel tutorialnya begitu saja, saya coba memikirkan lebih lanjut bagaimana Komentar Bersarang itu dibuat dengan cara saya.
Setelah beberapa hari trial & error akhirnya bisa juga saya modifikasi sedemikian rupa, anda bisa melihat demonya disini.
Caranya tidak beda jauh denga Bavotasan.com….
pertama-tama buka comments.php dan ganti semuanya dengan kode seperti dibawah ini, tetapi untuk mengantisipasi error lebih baik diback-up dulu di notepad :
<?php // Do not delete these lines
if ('comments.php' == basename($_SERVER['SCRIPT_FILENAME']))
die ('Please do not load this page directly. Thanks!');
if (!empty($post->post_password)) { // if there's a password
if ($_COOKIE['wp-postpass_' . COOKIEHASH] != $post->post_password) { // and it doesn't match the cookie
?>
<p class="nocomments">This post is password protected. Enter the password to view comments.<p>
<?php
return;
}
}
/* This variable is for alternating comment background */
$oddcomment = 'alt';
?>
<!-- You can start editing here. -->
<?php if ( have_comments() ) : ?>
<h3 id="comments"><?php comments_number('No Responses', 'One Response', '% Responses' );?> to “<?php the_title(); ?>”</h3>
<div class="navigation">
<div class="alignleft"><?php previous_comments_link() ?></div>
<div class="alignright"><?php next_comments_link() ?></div>
</div>
<ol class="commentlist">
<?php wp_list_comments('avatar_size=55'); ?>
</ol>
<div class="navigation">
<div class="alignleft"><?php previous_comments_link() ?></div>
<div class="alignright"><?php next_comments_link() ?></div>
</div>
<?php else : // this is displayed if there are no comments so far ?>
<?php if ( comments_open() ) : ?>
<!-- If comments are open, but there are no comments. -->
<?php else : // comments are closed ?>
<!-- If comments are closed. -->
<p class="nocomments">Comments are closed.</p>
<?php endif; ?>
<?php endif; ?>
<?php if ( comments_open() ) : ?>
<div id="respond">
<h3><?php comment_form_title( 'Leave a Reply', 'Leave a Reply to %s' ); ?></h3>
<div class="cancel-comment-reply">
<?php cancel_comment_reply_link(); ?>
</div>
<?php if ( get_option('comment_registration') && !is_user_logged_in() ) : ?>
<p>You must be <a href="<?php echo wp_login_url( get_permalink() ); ?>">logged in</a> to post a comment.</p>
<?php else : ?>
<form action="<?php echo get_option('siteurl'); ?>/wp-comments-post.php" method="post" id="commentform">
<?php if ( is_user_logged_in() ) : ?>
<p>Logged in as <a href="<?php echo get_option('siteurl'); ?>/wp-admin/profile.php"><?php echo $user_identity; ?></a>. <a href="<?php echo wp_logout_url(get_permalink()); ?>" title="Log out of this account">Log out »</a></p>
<?php else : ?>
<p><input type="text" name="author" id="author" value="<?php echo esc_attr($comment_author); ?>" size="22" tabindex="1" <?php if ($req) echo "aria-required='true'"; ?> />
<label for="author">Name <?php if ($req) echo "(required)"; ?></label></p>
<p><input type="text" name="email" id="email" value="<?php echo esc_attr($comment_author_email); ?>" size="22" tabindex="2" <?php if ($req) echo "aria-required='true'"; ?> />
<label for="email">Mail (will not be published but <?php if ($req) echo "required)"; ?></label></p>
<p><input type="text" name="url" id="url" value="<?php echo esc_attr($comment_author_url); ?>" size="22" tabindex="3" />
<label for="url">Website</label></p>
<?php endif; ?>
<!--<p><strong>XHTML:</strong> You can use these tags: <code><?php echo allowed_tags(); ?></code></p>-->
<p><textarea name="comment" id="comment" cols="100%" rows="10" tabindex="4"></textarea></p>
<p><input name="submit" type="submit" id="submit" tabindex="5" value="Submit" />
<?php comment_id_fields(); ?>
</p>
<?php do_action('comment_form', $post->ID); ?>
</form>
<?php endif; // If registration required and not logged in ?>
</div>
<?php endif; // if you delete this the sky will fall on your head ?>
jangan lupa tambahkan
<?php if ( is_singular() ) wp_enqueue_script( 'comment-reply' ); ?>
di file header.php diatas kode <?php wp_head(); ?>
Setelah beres merubah yang diatas, sekarang yang kita menuju file CSS, dan hanya menambahkan kode seperti ini :
/*---:[ comment styles ]:---*/
.commentlist li, #commentform input, #commentform textarea { font: 1.3em 'Lucida Grande', Verdana, Arial, Sans-Serif; }
.commentlist li ul li { font-size: 1em;}
.commentlist li { font-weight: bold;}
.commentlist li .avatar { float: left; border: 1px solid #eee; padding: 2px; margin-right:5px; background: #fff; }
.commentlist cite, .commentlist cite a { font-weight: bold; font-style: normal; font-size: 1.1em; }
.commentlist p { font-weight: normal; line-height: 1.5em; text-transform: none; }
#commentform p { font-family: 'Lucida Grande', Verdana, Arial, Sans-Serif; }
.commentmetadata { font-weight: normal; font-size: 12px;}
/*---:[ comment form styles ]:---*/
#commentform input { width: 170px; padding: 2px; margin: 5px 5px 1px 0; }
#commentform { margin: 5px 10px 0 0; }
#commentform textarea { width: 100%; padding: 2px;}
#respond:after { content: "."; display: block; height: 0; clear: both; visibility: hidden;}
#commentform #submit { float:left; font: normal 1.2em/1.2em Candara, Verdana, sans-serif !important; padding: 0.231em 0.462em; margin: 0 0 5px auto;text-transform: uppercase; letter-spacing: 1px; color: #aaa; background: #444; border: 0.154em solid #111; border-top-color: #777; border-left-color: #777; cursor: pointer; width: auto; }
#commentform #submit:hover { color: #fff; background: #d00; border-color: #9c0101; border-top-color: #fd4d4d; border-left-color: #fd4d4d; }
/* Begin Comments*/
.alt { margin: 0; padding: 10px;}
.commentlist { padding: 0; text-align: justify;}
.commentlist li { margin: 15px 0 10px; padding: 5px 5px 10px 10px; list-style: none;}
.commentlist li ul li { margin-right: -5px; margin-left: 5px;}
.commentlist p { margin: 10px 5px 10px 5px;}
.children { padding: 0; border-left: 2px solid #C8C8C8; }
#commentform p { margin: 5px 0;}
.nocomments { text-align: center; margin: 0; padding: 0; }
.commentmetadata { margin: 0; display: block;}
/* End Comments */
perbedaan saya dengan bavotasan.com hanya terletak pada kode ol dan li saja.
Sampai disini komentar udah mempunyai fasilitas Komentar Bersarang, & saya melihat kembali panduan dari Bavotasan.com untuk langkah-langkah pengaturannya.
Berikut saya tampilkan screen-shotnya, takutnya blog yang saya buat untuk uji coba disuspend ama yang punya…he..he..he…
Untuk lebih tahu hasil akhirnya berikut ada DEMONYA.
Template yang saya gunakan ini ( Neoclassical ) juga sebelumnya tidak mempunyai fasilitas Komentar Berantai & saya berhasil merubahnya.
Pendapat teman-teman gimana? Lebih enak menggunakan plugin saja atau merubahnya secara manual seperti yang saya lakukan?…

Tentu saja lebih baik manual karena kita tahu apa yang diperbuat. Plugin mungkin melakukan hal yang sama tetapi pecandu plugin kemungkinan tidak tahu apa yang dilakukan oleh plugin tersebut.
Nested comment membutuhkan ruang yang lebih lebar, hehe
Ya, betul…. makanya pada blog ini saya membatasi sampai 3 kedalaman saja, supaya nggak mumet bacanya… :metal:
Kalo 4 biasanya agak beleber eh melebar mksudnya :D textareanya, :Peace:
iya mas rud, sekarang banyak blogger yang salin tempel tanpa dikembangkan lagi, jadi kita akan terpaku pada postingan sang master blog tutorial untuk update tutorialnya, saya hanya pesan kepada pembaca KEMBANGKAN CODINGnya dengan sendiri, jangan terpaku oleh copas entry tutorial..
Saran saya, 2
anakcukup… hehehe..he..he….
anak saya udah 4Mas.Saya pikir maksudnya “wordpress.org” itu agar tidak rancu dengan “wordpress.com” ya, atau biasa disebut wordpress self hosted.
Saya pikir tidak perlu ditambahi dot.org, justru membingungkan. Memangnya “wordpress.org” menyediakan layanan hosting blog… heheh
Sudah menjadi keumuman di kalangan narablog, kalau wordpress.org adalah wordpress yang dihosting sendiri. Seperti halnya menggunakan kata “aqua” untuk menyebut air minum kemasan, walaupun merk-nya bukan aqua :).
kalau saya sebut wordpress dot com, memang saya nggak niat migrasi kesana karena memiliki banyak keterbatasan.
lagi pula dot com ama dot org memang beda kan? :D
Ya, memang sebaiknya saya menyebutnya wp self hosting. :cendols
Hehe… Betul juga Mas Ris…
Kalau disuruh memilih, saya pilih hosting di dot com, lebih aman dan tidak ribet… Sayang biayanya mahal… :(
Ngikut comment disini ah… Kunjungi balik ya Mas (Newbie mode:on)
Punyaku sdh ada lagi commentnya, mohon koreksinya ya:)
Emang lebih asyik kalau ada komentar bersarang. Hanya saja stelah saya cek di statistik CPU Script Usage, KOmentar Bersarang termasuk yang memakan banyak CPU :D
tapi diblognya Masdin masih memakai thread comment juga, kok nggak dinon-aktifkan saja biar tidak banyak memakan CPU? :)b
Masdin,
Dibilang banyak memakan CPU tidak juga. Saya kira masih wajar dibandingkan script-script lain seperti animasi yang menggunakan javascript lainnya.
mantaps gan…dioba dulu ah…
Selamat berkarya mas. Semoga nggak tambah puyeng. Hehehe…
Numpang mejeng Gan ! :Peace:
Wah keren abis, sayang saya blum bgitu paham. :D
Kapn2 kalo saya comot ngak pa2 ya Gan :cendols
menarik ulasannya mas … secara saya yang masih terbata-bata dalam hal code tentunya masih mengandalkan plugin. Harus pelan-pelan kali belajar melangkahnya seiring tambah usia mempelajari kode sangat lemot he he.
Trims sekali lagi n trims juga atas kunjungannya.
Salam hangat selalu :)
usia bukan menjadi masalah Mas, usia saya kurang lebih sama dengan Mas Yayat.. :D
Agus Siswoyo
kalau puyeng tinggal minum Aspirin Mas…he..he…he…
lagi pula itu bukan karya saya kok, saya cuma memodifikasinya saja.
DEOGS
namanya lucu ya, salah-salah baca jadi bisa berubah makna..he..he…he..
Silahkan Mas kalau mau dicomot.
Rifky
mantaps gan…dioba dulu ah…
Apa yang mau dioba?…he..he..he… Dan lagipula saya bukan Juragan.. :bata
Coding sendiri mungkin lebih menyenangkan bagi yang suka, bagi yang tidak suka/tidak mengerti, menggunakan pengaya adalah jalan terbaik.
Masalahnya, jika suatu saat kita jenuh (bisa terjadi?) menggunakan komentar bersarang, pada saat sarangnya dilebas urutan komentar menjadi ngawur :(
PF,
Iya mas jadi ngawur. Tidak usabel :lol:
Saya juga yang tadinya pengen ganti ke kolom komentar klasik (bukan nested comment), jadi tidak jadi, takut urutan komentar yang sudah ada menjadi tidak beraturan.
Typo, bukan di lebas, tapi dilepas.
biasanya mas, akan lebih puas kalo kita berhasil ngutak atik sendiri..
oiya emang ada ya theme wordpress anu wekekekkeke
Pengen sih ngutak atik sendiri, tapi masalahnya dari sononya udah disediakan yang namanya threaded comment :D
Jadinya ya dibiarkan aja, lagian udah bagus :D
PF
bukan di-lebas Mas, tapi di-libas…he..he..he…he….
Candradot.com
jangan ngeres Mas, ntar lagi bulan Puasa lo….
Zippy
ya, kalau udak ada threaded comment dari sononya buat apa lagi kan? ini bagi template yang belum mendukung fitur itu kok..he..he..he….
kalo saya yang gampang-gampang aja mas,hehehe
Dicoba dengan plugin dulu deh mas,kodingnya nanti aja soalnya kalau ganti theme mesti koding lagi dunk :D
Wah keren, makasih udah share gan
apapun yang sobat shared
pastilah bermanfaat bagi orang lain kelak ..
Lha, adminnya balas pakai komentar bersarang ngga nih? :)
kalau memerlukan jawaban yang spesifik saya akan menggunakan komentar bersarang, biar jangan terlalu banyak sarangnya Bli.. :D
Kenapa disebut komentar “bersarang” ya? Memangnya ada kandang(sarang)nya? :)
coba terjemahin aja arti “Nested” tersebut Mas…he..he..h.e…
bisa juga di katakan ‘bertingkat’
Mas, perataan tulisan di bagian komentar pakai justify ya? Jadi jelek tuh komentar saya :lol:
Numpang nyampah om rudi :lol:
Minta izin blokir kaskus emoticon di blog ini, buat ngehemat bandwidth :)
Alhasil saya udah ga melihat lagi ada kaskus emoticon di bawah form komentar ini. Jadi maap kalau komentar saya terkesan biasa saja, tanpa penambahan emoticon :cry:
nah, yang mas Rismaka pakai setiap akhir paragraf itu apa bukan emoticon namanya?..he..he..he…
Wah, saya kok penasaran sama masalah nested commentnya punya blogspot ya mas. Emang masalahnya gimana.. hehe.. maaf, masalahnya gak pernah pake blogspot, pertama kenal blog langsung kenaal wordpress sih.. :)
Salam kenal mas rudy :)
Mas gmn kalo di kasih sedikit aksen nested komentnya, misal dikasih border bottom atau warna gitu ,. :D
Agustantyono
Masalahnya diblogspot jangankan nested comment, untuk mereply comment aja nggak ada, mesti kita hack sendiri…
Salam kenal juga Mas…
Satrya
Ya, tentu bisa aja, anda-kan lebih tahu soal mengutak-atik CSS-nya…
Wahh,. mas kan jago juga utak atik template. :D ,.
saya jagonya merusak template…he..he…he… kemaren aja sempet error template ini & lupa saya back-up sebelumnya, jadi terpaksa install dari awal lagi :(
itulah kelebihan wordpress yg sangat fantastis dan penuh fitur2 canggih gak seperti blogspot, biarpun gitu saya masih cinta sama blogspot mas hehehe :) hidup blogspot! :D
Sementara ini saya pakai plugin dulu Bang. Pengen sih bikin manual pake coding. Tapi mungkin nanti. Kode di atas bukan tergolong javascript kan? Jadi kayaknya lebih enteng dan lebih aksesibel saat JS dinonaktifkan.
tetap ada javascript yang diletakkan diatas head tapi ukurannya sangat kecil Mas, panduan lengkapnya ada di bavotasan.com, artikel diatas mengulas apa yang saya rubah aja Mas… :coffee:
Mas is code
kan memang seharusnya setiap template ada itu,. jadi tidak perlu khawatir dengan javascript itu.Santai aja Mas is., gk selamanya JS bikin berat koq :D
yah code nya gk muncul,. mksudnya kode yg wp_enqueue_script
kodenya memang belum ditulis….
hehehe, bingung saya bang ! Saya cerna pelan-pelan aja deh, sementara memakai yg tersedia.
kalo saya sih masih pengen mudahnya aja gimana, lom tertarik buat utak-atik lebih jauh daleman blog
btw thx mas
saya mah gak berani utak-atik ginian coz gak ada sklill sama sekali. Cari amannya aja mas.. pake plugin :-)
cool information,
sukses ya pak
salam kenal
wakh kleren buanget tempat komentarnya…ijin ambil mas
keren, memang alangkah baiknya jika kita bisa membuat dengan coding sendiri tanpa plugin.
di blog saya, saya masih menggunakan plugin wordpress thread comment.
kalo saya sich tinggal instal plugin aja mas, tapi kalau tidak sesuai dengan keinginan, saya coba untuk otak-atik codingnya. tapi kalo ga berhasil ya terpaksa saya tidak jadi pakai pluginnya.
Ya… fungsi plugin memang untuk memudahkan pengguna, saya cuma takut kecanduan plugin aja Mas, seperti yang Rismaka ulas pada blognya… :D
tipsnya boleh juga, memang terkadang kalo komentar itu ga bertingkat (link reply) rasanya gimanaaa gitu.. kurang puas aja ngeliatnya..
Amiable post and this mail helped me alot in my college assignement. Gratefulness you as your information.
Pingback: Tutorialkah? : Modifikasi plugin WP Thread Comment | blog Rudy Azhar
Pingback: Optimasi pada area komentar | blog Rudy Azhar
Pingback: Modifikasi plugin WP Thread Comment | blog Rudy Azhar
Wah manatp ilmunya lengkap banget. Thanks gan
alah baru tahu ada ilmu ini tho! Aku ijin copy menggunakannya bos! semoga aja sukses kalo masih ruwet ya kembali ke plugins aja hehe