Hal ini saya rasakan ketika sibuk blogwalking kebeberapa blog tetangga & melihat diskusi yang terjalin di salah satu postingannya. Memang banyak pemberi komentar yang sekedar numpang lewat saja tetapi ada beberapa komentar yang terlihat begitu mengena, & ditulis dengan kata-kata yang cukup baik dan yang pasti komentar tersebut bermutu.
Saya merasa “minder” sendiri, kenapa mereka bisa membuat komentar yang baik tetapi saya kok tidak? Padahal untuk urusan ngeblog saya udah bukan lagi dikatakan sebagai ‘newbie’. Ini membuat saya menjadi instropeksi pada diri sendiri kenapa saya belum bisa membuat komentar yang baik pada tulisan-tulisan mereka.
Menurut penerawangan pendapat saya ada beberapa point sehingga saya tidak bisa memberikan komentar yang baik :
- Fast Reading, saya sering melakukan ini & langsung memberikan komentar sehingga terkadang komentar yang saya berikan tidak nyambung dengan tulisan diatas. Ini disebabkan saya mempunyai keterbatasan waktu untuk selalu Online & membaca tulisan yang terlalu panjang sehingga membuat saya Fast Reading.
- Kurang Paham dengan Topik yang dibaca, ada beberapa tulisan yang sebenarnya saya kurang pahami maksud dari tulisan tersebut tetapi rasa ingin berkomentar sangat besar sekali, so. Komentar saya jadi terkesan numpang lewat saja.
- Tulisan pada artikel susah dibaca, dengan bertambahnya usia keterbacaan juga udah mulai terbatas, jadi saya tidak bisa menangkap maksud tulisan tersebut (seandainya blog tersebut mendukung Typhography yang baik…).
- Sekedar mencari Backlink, ini pemahaman saya waktu mulai ngeblog dulu dimana saya ingin mencari sebanyak-banyaknya backlink dengan cara berkomentar pada setiap blog yang saya kunjungi dengan harapan pemilik blog mau berkunjung balik ke blog saya..he..he..he… Saya bukanlah blogger tanpa pamrih!!! PSST. itu pemahaman saya dulu & mulai sekarang saya mencoba untuk merubahnya lo.
Jangan tiru kebiasaan jelek saya ini, karena bisa menghancurkan reputasi anda sendiri sebagai blogger. Saya juga ingin merubah kebiasaan saya berkomentar tidak sekedar asal-asalan saja & jika ada topik yang kurang saya pahami lebih baik saya tidak berkomentar.
Daftar bacaan :
Bagaimana cara memberikan komentar yang baik.
10 Aturan memberikan komentar pada Blog
Etika berkomentar di blog Tetangga.
Komentar berperan untuk melihat seberapa mutu artikel tersebut. Tapi mengapa banyak yang ‘membuang sampah sembarangan’ padahal si-Admin ingin mengetahui seberapa jauh dia memiliki kemampuan untuk menulis artikel di blog. Mungkin dari komentar itulah yang bisa jadi pembelajaran untuk admin blog supaya lebih, lebih, dan lebih dari itu :Peace:
Mungkin saya termasuk yang suka buang sampah sembarangan ya Mas. :lol:
Oops.. itu sih gimana orang melihat dari segi mananya saja. Orang yang lebih menghargai pendapat orang lain pasti dia tidak menganggap komentar itu spam.
Betul sekali, karena kalau kita sedikit menilik masalah ‘SEO’ , google pun tidak hanya membaca konten dari postingan , namun ia juga membaca comment sebagai bagian dari isi artikel tersebut. namun banyak juga para bloger2 ‘nubi’ yang hanya mengharap backlink semata dengan memasang shoutbox di sidebar mereka. mereka hanya mencari ‘tempat sampah’ tanpa membaca satu kalimat postinganpun.
kalau saya memang paling suka kalau blog yang saya kunjungi ada shoutbox, tanpa pikir panjang saya isi tuh shoutbox…he..he..he….
yang pertama & kedua mengena dengan tulisan saya. Kacau juga kalau semua blogger melakukan kecenderungan seperti itu y {kena kesaya sendiri}. hahah…
yang parah itu kalau memberikan komentar untuk alasan yang ke-4 :)
Kolom komentar asik digunakan sebagai templat berdiskusi. Sangat baik jika mereka bisa menggunakannya dengan optimal juga. ini bisa memicu diskusi yang berkualitas.
setuju Mas/Mbak? …. jadi bingung saya, soalnya avatarnya cewek :D
Coba gunakan Readability atau Instapaper.
Saat ini apps semacam itu telah banyak bermunculan. Begitu jga komputer tablet maam iPad, sebentar lagi akan membanjiri pasar untuk melawan supremasi netbook. Akibatnya? Web design is dead! :D
@ArdianZzZ, bahkan keberadaan aplikasi semacam feed reader juga bisa membunuh desain web! :D
Haha… web design is dead! Lagipula HTML5 diprediksi baru selesai tahun 2022. :D
lagi nyiapin kejutan apa Gan? udah nggak sabar nunggu postingan terbaru sementara postingan yang lama kolom komentar udah ditutup.
Kejutan? tidak ada… :D
Kejutan lebih banyak berdapak buruk bagi user experience daripada manfaatnya. :)
Ini tulisan pembelaaan diri sepertinya..hehehe. Yang penting punya niat yang kuat saja deh untuk terus meningkatkan kualitas komentar kita. Semuanya kan kembali pada niat. Kalau udah niat, Insya Allah pasti bisa seiring dengan berjalannya waktu.
bukan pembelaan diri Mas, tapi lebih tepat ke instropeksi kalau sebaiknya memberi komentar tidak asal tulis aja. Salah satu pemberi komentar yang berkualitas adalah Mas Iskandaria kok itu saya perhatikan dari beberapa blog yang saya kunjungi & ada komentar Mas Is disitu, & saya juga memperhatikan kalau Mas Is mendapat apresiasi yang bagus dengan mendapat suatu penghargaan atas komentarnya yang berbobot.
Koq sepertinya kebanyakan Bloger begitu terbebani ya? Beban harus posting, beban komentar yang baik, beban ini, beban itu… bla bla bla.
Bikin nyantai aja Mas! Yang penting kita ngblog buat menjalin silaturahmi, seperti ini… dengan ngblog kita menjadi kenal, padahal sebelumnya kan ga’. Nah itu sebuah keuntungan menurutku. Siapa tahu suatu saat Aku pergi ke Medan, kan bisa nginap ditempat Mas Rudy ;)
lama-lama bisa jadi beban juga Mas, mereka kan bisa menilai kita seperti apa.
Ah… Kadang2 feelling tidak semuanya benar.
Aku suka pendapat pendapat Pak Aldy dibawah tuh…
Saya terbebani dengan spam :D
Ga bisa dilacak ya Mas? IP adress atau emailnya kan bisa diblokir. Kalau DISQUS sih ada Blacklisted item-nya.
Tapi aneh ya! Koq punya Mas Ardian aja yang kebanjiran spam. Sampai2 Aku ikut dongkol, Setiap ada comment baru… Aku cek taunya spam. Dasar Brengsex tuh spammer :fuck3:
Haha… sepertinya blackhead spam. Entah kenapa antispamnya tidak berfungsi bahkan sudah diberi akismetpun tetap lolos. :9
Spammer menggunakan IP address acak. Percuma diblokir. :)
Komentar itu Relatif dong.. mau dinilai dari yang mau menilai…
Mas Rudy,
Tidak perlu merasa minder dengan semua itu, kalau saya memililih berkomentar dengan cara saya, ada kalanya oot, ada kalanya tidak nyambung tetapi saya tunjukan inilah saya. Enjoy saja.
Wah….salah satunya di blog sy bbrp waktu lalu ya mas ??
Atau memang penulisan sy yg acak adul ya ??
Tpi hal itu , terkadang juga menghinggapi diri sy mas ..
Enjoy aja menurut sy..
udah terlalu banyak saya memberi komentar yang tidak berkualitas Mas sampai lupa yang mana jadinya….he..he..he…
blogger juga manusia kan? baik tidaknya sebuah komentar juga relatif.
pengalamannya sama kayak saya dulu mas..
skrg saya ushakan memahami topik artikel terlebih dahulu baru berkomentar..
saya langsung komentar aja deh :)
saya mau komen apa yah mas?
kalau niatnya mau nyari backlink saya pake no. 4
tapi sejak mata ini mines, jadi saya jarang koment atau sekedarnya saja, hanya untuk memberikan penghargaan untuk sang penulis…
walau bagaimanapun menulis itu susah lho, apalagi kalau lagi nge hang idea….
saya juga awal ngeblog nyari backlink mas sekarang saya pengen ngeblog untuk membangun brand… minder salah satu penyakit yang harus disembuhin tuh mas.. santai aja asal ngerti yang dibahas di artikel blogger lain dan komentar seadanya tapi berkelajutan dalam arti satu artikel = satu komentar.. jadi misalnya blogger tersebut reply kita udah acuh tak acuh… harusnya di bales lagi biar jadi topik seru lagi hehehe
diblog saya banyak komentar yang saling berbalas Rief, coba aja kamu lihat setiap postingannya kebanyakan yang komentar saling tanya jawab.
waah berarti tulisan mas rudy bagus jadi orang terpancing untuk saling berbalas komentar.. :Yb
Tidak semua artikel harus dikomentari. Saya juga sekarang sudah jarang berkomentar.
Saya juga sependapat dengan Mas Jeprie. Tidak semua artikel harus dikomentari. Bagi saya komentar saya anggap hukumnya sunnah. Biasanya saya berkomentar kalau memang ada poin-poin yang perlu untuk ditanggapi, ditambahkan, dikoreksi, atau malah ingin saya tanyakan. Jika tidak ada, saya biasanya tidak terlalu memaksakan diri untuk meninggalkan komentar.
Betul sekali pak. Kalau tidak nyambung malah kesannya seperti orang bodoh, minimal spammer.
saya terkadang juga merasa minder diri dengan blogger yang bisa memberikan komentar yang menurut saya masih belum sempat terpikir oleh saya.
Tapi saat saya mengunjungi blog da saya suka tulisannya, saya juga tak mau ketinggalan dengan komentarnya. Saya cenderung penasaran apa saja yang didiskusikan disini. Meski terkadang menemukan komentar yang keluar dari topik, tpi saya merasa ada kesan tersendiri dari komentarnya. Mungkin sebuah kedekatan secara personal, jadi komentarnya ya sedikit keluar dari topik :D
Sepertinya komentar saya yang sedikit melenceng ni..hehehe
Haha, fastreading gak terlalu masalah kok. Minimal nyambung dikit-dikit lah, asal jangan keterlaluan aja :D
nah, kalau sudah tahu kelemahan diri sendiri, jadi tahu apa yang harus dibenahi kan? semoga saya bisa meniru langkah mas Rudy ini.
Hahhaa, satrya pun jrng berkomentar skr mas.
Soalnya beberapa blog sahbat yg sering saya kunjungi, kurang mengerti tema/topik yg di angkatnya, jadi yah cuma baca aja. :Peace:
Mantab………Mesti Berkaca Diri nih
saya ingin berusaha jadi pemberi komentar yg baik.. hehe..
Memang adakalanya tidak bisa berkomentar, khususnya pada artikel yang di luar jangkauan kemampuan.
Atau pada artikel tutorial, jika sudah dimengerti cukup ucapan terima kasih paling. Kalo ngga mengeti dan memang butuh maka bertanya :)
Humor anda mengena, mas… wkwkwkwkwk
Tulisan pada artikel susah dibaca, kok saya memahaminya sebagai “sulit dipahami” ya? Jadi bukan salah pemberi komentar dong kalo komentar yang diberikan juga kurang baik…
Pingback: Etika Berkomentar (di blog ini) | Rudy Azhar
Pingback: BLOG MACSIZE.COM|Aku Ada... Karna Kaupun Ada..
Pingback: Etika di Blog | Kuliah Sistem Informasi
Pingback: Cara berkomentar di blog « TIK SMA MUH.1 SRG